Pada penyampaian visi ekonomi calon presiden yang diadakan kadin, Ibu Megawati menyampaikan visi ekonomi kerakyatannya dengan lugas dan cukup percaya diri. Sedikit tak terduga bagi public Ibu Megawati mampu tampil sebaik itu karena image yang terbentuk dari pilpres 2004 bahwa Ibu Mega lebih banyak diam. Seperti juga calon presiden yang lain yang mengaku mengusung ekonomi kerakyatan (entah yang mana asli yang mana imitasi) Ibu Mega memaparkan pentingnya kedaulatan ekonomi sesuai semangat konstitusi UUD 1945 dan pemikiran founding fathers kita.
Dari pemaparan itu ada yang menarik dan menggugah perhatian saya yaitu ketika Ibu Megawati mencontohkan ketika dia membeli sekrup yang begitu sederhana kenapa harus Made in China. Contoh yang betul-betul memiriskan hati, jangankan pesawat, mobil, computer, Hp atau yang canggih-canggih lainnya sekrup pun harus kita impor. Setelah 64 tahun kita merdeka tak satu pun produk teknologi made in Indonesia yang bisa kita banggakan, jangankan untuk di mancanegara. Menjadi tuan rumah di negeri sendiri pun tak ada. Kita selalu bangga dengan sumber daya alam kita yang melimpah, tak sadar bahwa apa yang kita hasilkan, dijual murah dan dibeli kembali dengan harga yang mahal setelah menjadi produk jadi.
Apa yang salah dinegara ini?Apakah Alasan klasik “sumber daya manusia kita” belum memadai? Saya kira tidak. Ribuan sarjana teknik yang dihasilkan perguruan tinggi setiap tahun. Ratusan atau ribuan Doktor Teknik jebolan dalam dan luar negeri. Para sarjana teknik terbaik negeri ini berlomba2 untuk menjadi karyawan di perusahaan asing yang siap memberikannya gaji yang memadai. Bukan karena mereka tidak memiliki nasionalisme, tapi Negara tak pernah memberi tempat buat mereka berpartisipasi membangun negerinya. Dan ibu Mega mencontohkan bagaimana para peraih olympiade fisika yang merupakan asset bangsa justru diberi beasiswa oleh Negara asing, bukan oleh Negara kita.
Saya kemudian teringat proyek besar Habibie yang cukup visioner yaitu IPTN, sebuah prestasi yang sudah ditunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bukan Cuma bisa bikin tempe, tapi sudah bisa membuat pesawat terbang. Habibie sadar betul bahwa bangsa yang besar dan disegani adalah bangsa yang maju dalam bidang teknologi, dan beliau mampu memperlihatkan itu dimata dunia. Jangan kan mobil, motor atau produk lainnya. Indonesia sudah mampu membuat pesawat terbang yang murni buatan Indonesia dari bahan baku sampai finishing, dan dikerjakan oleh insinyur Indonesia. Sesuatu yang patut dibanggakan meski hanya tinggal kenangan, karena tidak mendapat dukungan dari pemerintah sesudahnya. IPTN lalu bubar, para Insyinyur yang merupakan asset bangsa kemudian berlarian keluar negeri. Dan kita menjadi Negara pengimpor sekrup entah sampai kapan meskipun putra terbaik bangsa meraih juara di olympiade fisika setiap tahunnya.
Ada yang salah di Negara ini saya kira….
Rabu, 29 Juli 2009
Jumat, 05 September 2008
mengapa filsafat itu penting?
Manusia di anugerahi oleh yang kuasa kemampuan untuk berpikir dan rasa ingin tahu yang besar. kedua modal inilah yang menjadikan manusia dapat berinteraksi dengan lingkungannya dan membuatnya berkembang. rasa ingin tahu dan potensi berpikir sesungguhnya adalah pondasi dalam berfilsafat.
Kamis, 04 September 2008
Islam dan filsafat
secara historical, filsafat mulai berkembang di yunani . sebagaian ummat islam menganggap bahwa filsafat adalah suatu budaya yang berasal dari luar yang justru akan melemahkan ajaran islam.
Jumat, 22 Juni 2007
Filsafat yang terlupakan
Filsafat adalah ibu ilmu pengetahuan yang kini terlupakan. ketika filsafat hadir sebagai buah rasa ingin tahu manusia dan mengantarkan manusia pada kecintaannya pada kebenaran, pada saat itulah manusia belajar pada alam yang melingkupinya. Perkembangan pengetahuan dan kebutuhan manusia membawa filsafat melahirkan ilmu pengetahuan..
Ilmu pengetahuan sebagai hasil interaksi rasionalitas manusia dengan alam semesta, wujud rasa ingin tahu manusia terhadap alam semesta. pengetahuan yang lahir dalam interaksi ini menjadikan manusia lebih dekat dengan alam sekitarnya, ilmu pengetahuan menjadikan manusia lebih menghormati, menghargai kontribusi alam yang begitu besar terhadap manusia. ilmu pengetahuan yang lahir dari rasa ingin tahu manusia akan alam semesta pada mulanya mengantarkan manusia lebih menyatu dengan alam.
pada perkembangannya, pendewaan rasionalitas manusia mengantarkan manusia merasa lebih dari alam, alam tak lebih sebagai objek kajian dan tujuannnya adalah menyediakan kebutuhan manusia. pandangan antroposentris telah menjadikan alam semesta sebagai sub.ordinat. mengutip kata capra dalam bukunya titik balik peradaban " alam semesta yang sebelumnya sebagai ibu tempat menyusu yang sangat dihormati menjadi wanita pelacur yang diexploitasi".
Ilmu pengetahuan yang awalnya adalah buah rasa ingin tahu manusia (filsafat) yang mendekatkan manusia dengan alam telah melahirkan teknologi yang berguna untuk memuaskan nafsu manusia. teknologi yang lahir dari ilmu pengetahuan tak mengenal lagi neneknya, sang filsafat. seorang ilmuwan atau teknokrat(teknolog) akan bingung berbicara dengan sang filosof. sang filosof dianggapnya tidak up date lagi, tidak dibutuhkan di masa kini... sang teknolog dan ilmuwantak tahu lagi dari mana dia lahir dan untuk apa. Mereka dengan egois merasa paling bangga menghadirkan sesuatu yang "bermanfaat bagi manusia" dalam pandangannya, meski itu nyata- nyata mengantarkan manusia pada kehancuran....
Ilmu pengetahuan sebagai hasil interaksi rasionalitas manusia dengan alam semesta, wujud rasa ingin tahu manusia terhadap alam semesta. pengetahuan yang lahir dalam interaksi ini menjadikan manusia lebih dekat dengan alam sekitarnya, ilmu pengetahuan menjadikan manusia lebih menghormati, menghargai kontribusi alam yang begitu besar terhadap manusia. ilmu pengetahuan yang lahir dari rasa ingin tahu manusia akan alam semesta pada mulanya mengantarkan manusia lebih menyatu dengan alam.
pada perkembangannya, pendewaan rasionalitas manusia mengantarkan manusia merasa lebih dari alam, alam tak lebih sebagai objek kajian dan tujuannnya adalah menyediakan kebutuhan manusia. pandangan antroposentris telah menjadikan alam semesta sebagai sub.ordinat. mengutip kata capra dalam bukunya titik balik peradaban " alam semesta yang sebelumnya sebagai ibu tempat menyusu yang sangat dihormati menjadi wanita pelacur yang diexploitasi".
Ilmu pengetahuan yang awalnya adalah buah rasa ingin tahu manusia (filsafat) yang mendekatkan manusia dengan alam telah melahirkan teknologi yang berguna untuk memuaskan nafsu manusia. teknologi yang lahir dari ilmu pengetahuan tak mengenal lagi neneknya, sang filsafat. seorang ilmuwan atau teknokrat(teknolog) akan bingung berbicara dengan sang filosof. sang filosof dianggapnya tidak up date lagi, tidak dibutuhkan di masa kini... sang teknolog dan ilmuwantak tahu lagi dari mana dia lahir dan untuk apa. Mereka dengan egois merasa paling bangga menghadirkan sesuatu yang "bermanfaat bagi manusia" dalam pandangannya, meski itu nyata- nyata mengantarkan manusia pada kehancuran....
Langganan:
Postingan (Atom)

